Harga batubara terus merosot

JAKARTA. Harga batubara semakin redup. Batubara tergelincir mengiringi penurunan permintaan dari China. Kondisi ekonomi Eropa yang belum menentu turut memperburuk kinerja batubara di pasar komoditas dunia.

Nilai kontrak pengiriman untuk Agustus 2012, Senin (11/6), di ICE Futures Newcastle, adalah US$ 86,70 per ton. Itu merupakan rekor harga terendah yang baru sejak 3 September 2009.

Ibrahim, Analis Harvest International Futures, menuturkan, sejatinya harga batubara bisa sedikit terangkat oleh kabar Spanyol meminta dana talangan alias bailout senilai 100 miliar euro, dari Uni Eropa untuk mengamankan perbankannya. Tapi ternyata, hal itu masih tidak cukup meredakan kekhawatiran pasar.

Jika dihitung dari awal tahun, di saat harga US$ 111,15 per ton, berarti batubara telah mengalami koreksi harga sebesar 21,99%. “Selama pekan ini, harga batubara akan melemah hingga level US$ 85 per ton,” tutur dia, Senin (12/6).

Para investor tampaknya masih ketar-ketir dengan kemungkinan Yunani keluar dari zona euro. Bahkan Ibrahim memprediksi, jika pemenang pemilu Parlemen Yunani pada 17 Juni 2012 adalah partai anti bailout, maka batubara bisa makin terperosok hingga ke bawah US$ 85 per ton.

Tren bearish

Pelambatan pertumbuhan ekonomi di beberapa negara pengimpor terbesar batubara di Asia, seperti China, India dan Jepang, juga menggerus permintaan batubara. Permintaan batubara dari China melemah setelah berbagai industri di Negeri Tembok Raksasa itu mengurangi produksinya. “Jika hasil pemilu parlemen Yunani mengindikasikan negara itu tetap berada di zona euro, batubara bisa terdongkrak hingga US$ 95 per ton,” kata Ibrahim.

Ginga Petroleum Singapore Pte. mengungkapkan, batubara berkualitas rendah asal Indonesia untuk pengiriman ke China kembali mengalami penurunan harga. Harga batubara berkalori 4.900 kilo kalori per kilogram (kcal/kg) untuk pengiriman Juli 2012 tergerus US$ 0,15 menjadi US$ 66,75 per metrik ton, dari harga jual dasar, per 8 Juni 2012.

Analisis teknikal memperlihatkan, batubara belum beranjak dari tren bearish. Posisi bollinger band 20 masih berada di bawah bollinger tengah, atau sekitar 60% mendekati bollinger bawah. Ini merupakan pertanda ancaman penurunan harga belum pergi dari komoditas energi itu.

Kiswoyo Adi Joe, analis Askap Futures, memprediksi, selama sepekan ini, harga batubara akan bergerak di kisaran US$ 85-US$ 92 per ton. “Mungkin batubara mengalami pembalikan arah. Namun nilainya kecil,” ujar dia.

Henry Liu, Head of Commodity Research Mirae Asset Securities di Hong Kong kepada Bloomberg mengatakan, ekonomi China tidak akan menguat secara drastis dalam jangka pendek. Cadangan batubara yang masih tinggi di China, menutup kemungkinan harga komoditas tersebut menguat selama musim panas, tahun ini.

Sumber: http://investasi.kontan.co.id/news/harga-batubara-terus-merosot

Saham batu bara dalam tekanan

Jakarta (ANTARA News) – Seiring melemahnya harga minyak mentah dan komoditas lainnya, maka saham sektor batu bara berpotensi melemah pada perdagangan Selasa, demikian pendapat analis Samuel Sekuritas Indonesia, Adrianus Bias, di Jakarta.

Ia mengatakan, kondisi ini menyusul koreksi yang terjadi pada harga batu bara NEWC ke level 83,1 dolar Amerika Serikat (AS) per ton.

“Pelemahan harga komoditas batu bara ini akan berimbas pada terkoreksinya saham-saham sektor tersebut,” katanya.

Adrianus mengemukakan, sejalan dengan pelemahan komoditas batu bara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) masih akan bergerak melemah seiring minimnya sentimen positif baru dari bursa global.

Tercatat pada pembukaan sesi I perdagangan Selasa (26/6), IHSG dibuka merosot 3,10 poin (0,09 persen) ke level 3.854,48. Sedangkan, indeks saham unggulan LQ45 turun 0,90 poin (0,13 persen) menjadi 656,19.

Untuk bursa global, bursa AS ditutup melemah signifikan sekitar 1,5 persen mengikuti koreksi signifikan pada bursa Eropa.

Pesimisme pasar akan hasil pertemuan Uni Eropa pada akhir pekan ini menjadi sentimen negatif utama di bursa global, ditambah dengan pernyataan Kanselir Jerman, Angela Merkel, yang tetap menolak penerbitan “eurobond”.

Sentimen positif dari pernyataan mengenai data perumahan dan manufaktur AS yang lebih baik dari harapan tidak mampu mengompensasi pesimisme pasar.

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/318211/saham-batu-bara-dalam-tekanan

Harga Batu Bara Turun, Adaro Tahan Ekspansi

INILAH.COM, Jakarta – PT Adaro Energy Tbk (ADRO) yang tidak tgerburu-buru menambah saham kepemilikan di PT Bhakti Energi Persada, sejalan dengan gejolak harga batu bara dunia.

Demikian mengutip hasil riset E Trading Securities, Selasa (19/6/2012). Kalau memutuskan menambah kepemilikan maka akan mempengaruhi kinerja keuangan ADRO.

Saat ini batu bara diperdagangkan pada level US$88,85 MT per pekan pertama bulan Juni 2012. Level ini menurun dari periode yang sama tahun 2012 di level US$119,2 MT.

Penurunan harga ini disebabkan tingkat produksi yang tinggi dan pelambatan perekonomian China sebagai pemilik cadangan batubara terbesar di dunia. Saat ini, Bhakti Energi memegang tujuh konsesi batu bara termal rendah dan mengandung total sumber daya sebesar 9,53 miliar ton, menurut standar JORC.

Pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, saham ADRO naik Rp50 ke Rp1.320 dengan volume 54.375 saham senilai Rp35,4 miliar sebanyak 945 kali transaksi.

Sumber: http://pasarmodal.inilah.com/read/detail/1873660/harga-batu-bara-turun-adaro-tahan-ekspansi

HARGA BATUBARA TURUN LAGI 0.11 % DALAM MINGGU INI

Harga batubara Australian Thermal Coal  di minggu ini tanggal 21 Juni 2012   turun bila dibandingkan dengan harga batubara pada akhir minggu yang lalu. Dalam mata uang Dollar Amerika turun  0.11 % sedang dalam mata uang rupiahturun 0.06%.  Info selengkapnya klik disini dan disini.

Bila kita tinjau perkembangan harga batubara Australian Thermal Coal  dalam tiga bulan terakhir ( Maret, April dan Mei 2012) harga batubara Australian Thermal Coal  turun cukup tajam hingga  mencapai rata-rata  6.3 % per bulan

Bila kita tinjau perkembangan harga batubara acuan dalam satu tahun terakhir, harga batubara acuan juga terus mengalami penurunan. Dalam mata uang dollar Amerika, harga batubara acuan  mengalami turun rata-rata  1.69 % per bulan, dan dalam mata uang rupiah turun rata-rata 0.45%. per bulan

Batubara anjlok, INTA malah ingin akuisisi tambang

JAKARTA. Anjloknya harga batubara akibat suramnya prospek perekonomian dunia, membuat emiten batubara terancam penurunan kinerja. Namun, bagi PT Intraco Penta Tbk (INTA), penurunan harga batubara bisa menjadi peluang untuk mendapatkan tambang murah. Emiten ini berniat menerbitkan obligasi untuk membiayai rencana akuisisi batubara.

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) kemarin (21/6), pemegang saham INTA menyetujui rencana perseroan menerbitkan obligasi ataupun medium term notes untuk keperluan itu. “Rencana penerbitan obligasi sudah mendapat persetujuan dari RUPST. Untuk besar penerbitan dan waktunya akan ditentukan apabila perusahaan membutuhkan dana,” ujar Petrus Halim, Presiden Direktur INTA, Kamis (21/6).

Petrus melontar sinyal, dana hasil emisi obligasi itu akan dimanfaatkan sebagai biaya akuisisi tambang batubara di Kalimantan Timur. Untuk memuluskan rencana tersebut, INTA telah membentuk anak usaha khusus di bidang tambang batubara, yakni INTA Resources.

“Bisa jadi obligasi akan kami manfaatkan untuk akusisi tambang batubara. Namun, apabila ada anak usaha yang membutuhkan pendanaan, kami juga bisa menerbitkan obligasi,” tutur dia.

Anjloknya harga komiditas termasuk batubara akan dimanfaatkan oleh INTA untuk akusisi tambang tersebut. Menurut Petrus, penurunan harga batubara tersebut akan membuat nilai akusisi menjadi lebih murah.

“Penurunan harga batubara merupakan peluang bagi kami sehingga akan kami pantau penurunan harganya sampai mana. Yang jelas, kami sudah dilengkapi dengan SDM (sumber daya manusia) untuk masuk ke tambang ini, kami juga sudah menguasai peralatan, hanya tinggal menunggu peluang yang tepat untuk masuk,” ujar dia.

Emiten alat berat ini menargetkan penjualan alat berat bisa mencapai 1.900 unit, tahun 2012. Tahun lalu, penjualan alat berat INTA mencapai 1.585 unit. Di kuartal I ini, penjualan alat berat telah mencapai 415 unit atau naik dibandingkan 28,67% dari penjualan periode yang sama tahun 2011 lalu. “Per Mei penjualan alat berat telah mencapai 450 unit. Penjualan alat berat meningkat sejalan dengan pesatnya bisnis alat berat,” imbuh Fred Manibog, Direktur Keuangan INTA.

Sumber:http://investasi.kontan.co.id/news/batubara-anjlok-inta-malah-ingin-akuisisi-tambang/2012/06/22

Asia Melemah, IHSG Siap Mengekor

JAKARTA, KOMPAS.com — Bursa Asia, Selasa (26/6/2012) pagi ini dibuka melemah meski tidak sesignifikan pelemahan bursa global semalam. Ini menandakan pasar masih memfaktorkan sentimen negatif dari Uni Eropa (UE).

Harga minyak menguat tipis ke level 79,3 dollar AS per barrel. Harga batubara NEWC terkoreksi tipis ke level 83,1 dollar AS per ton.

Riset Samuel Sekuritas Indonesia memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini masih akan bergerak melemah seiring minimnya sentimen positif baru dari bursa global. Beberapa saham sektor batubara diperkirakan akan melanjutkan pelemahannya hari ini. Support indeks berada di level 3,800.

Bursa AS kembali melemah signifikan. Bursa AS ditutup melemah signifikan sekitar 1,5 persen mengikuti koreksi signifikan di bursa Eropa. Pesimisme pasar akan hasil pertemuan pemimpin negara-negara UE akhir pekan ini menjadi sentimen negatif utama di bursa global semalam, ditambah dengan pernyataan Perdana Menteri Jerman yang tetap menolak penerbitan eurobond.

Sentimen positif dari rilis data perumahan dan manufaktur AS yang lebih baik dari ekspektasi tidak mampu mengkompensasi pesimisme pasar.

Harga minyak pun sempat terkoreksi tipis sebelumnya ke level 79,2 dollar AS per barrel diikuti pelemahan harga metal dunia.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/06/26/09213270/Asia.Melemah.IHSG.Siap.Mengekor

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.